Kasih karunia Tuhan

 Sebuah Cerita yang akan saya bagikan, ini adalah versi saya pribadi, jika nanti ada kesulitan saya bisa membaca ulang lagi.

Saya lupa itu di hari apa, di jam berapa dan detik berapa. tapi kenangan manis bertemu dengan d i a, itu sangat hal yang menurut saya mustahil untuk orang yang seperti saya. setelah gagal dan dikecewakan sedalam-dalamnya, saya sempat marah sama hidup saya, yang 'waktu itu'. kenapa sih harus seperti ini alur ceritanya? memangnya tidak bisa ya saya merasakan kebahagiaan sedikit saja. bahkan jika Tuhan tidak membuka mata dan hati saya, saya masih ada di dalam jurang kesakitan yang teramat dalam.

beruntungnya saya di kelilingi teman, ya memang bukan yang selalu ada, tapi ada ketika saya benar-benar terpuruk. 2 teman pendengar yang baik dan support saya, saya akan ingat selalu kata-kata dari teman saya, yang ternyata berdampak besar. "lu tuh deserve better, orang sampah kaya gitu kenapa lu pertahanin sih, dia tuh sampah, buka mata lu woy" and another wordnya, "hey! lu tuh berharga, berhenti. jangan pernah dilanjut dengan orang yang seperti itu". dan itu masih terngiang-ngiang di kepala saya sampai sekarang.

begitu menyesal saya jika mereka punya kesedihan tapi saya tidak bisa bantu menenangkan. memang bukan keharusan sih, tapi cara Tuhan yang seperti itu dasyat sekali. 

pernah terjatuh lagi, tapi itu membuat saya sadar, kalau ada berhak dan boleh memilih, jika memang dirasa sedikit aneh atau tidak nyaman, saya bisa memilih untuk meninggalkan, tidak perlu untuk menunggu untuk ditinggalkan.

sampai saat dimana, keterpurukan yang saya alami itu tergantikan dengan seseorang yang tidak saya sangka. seperti apa yang saya doakan kepada Tuhan seperti anak bercerita ke Papanya. apa-apa yang membuat saya sakit, tergantikan dengan rasa manis. 

bahkan dulu saya pernah berucap dengan d i a, saya mau jalan-jalan, biar kita punya moment, ternyata Tuhan kasih jawaban, moment itu ga harus dengan jalan-jalan. tapi dengan duduk berdua sambil bercerita hal yang tidak penting sekalipun sudah menjadi moment yang berharga untuk saya. duduk berdua sambil menangis atau berdiam diri saja, ternyata itu adalah moment yang tak tergantikan. 

d i a adalah pasangan yang luar biasa, yang Tuhan kirimkan untuk saya, hebat. Tuhan saya hebat. saya boleh menerima berkat yang luar biasa, d i a memang tidak sesempurna itu, bahkan seringkali saya akan lirik sinis atau marah untuk hal yang membuat hati saya kesal, tapi saya tau dia begitu sayang dengan saya. sikap jail, ngeledekin, bawel, apapun itu, saya suka!

lewat d i a saya merasakan kasih Tuhan yang benar-benar dasyat, makasih ya Tuhan. selalu di waktu yang tepat, selalu menangkat anak-Mu dalam kesulitannya.


btw, betapa bahagianya saya sekarang, karena 3 bulan lagi saya dan d i a akan menjadi satu. semoga niat baik, dan rencana ini berjalan lancar. mungkin ini bukan akhir dari sebuah hubungan, tapi permulaan yang besar, yang akan mengubah hidup saya dan d i a kedepannya. untuk mimpi-mimpi kita berdua yang bisa kita proses menjadi kenyataan satu per satu.

(Tuhan, k a m u, dan seluruh cinta yang diberikan - Sept 2021.

Comments

Popular Posts