Bukan Hari Yang Buruk
malam ini kelabu, namun bukan hari rabu.
tapi, pernah ga kamu berfikir, bahwa sikap kecil atau jawaban yang ditimbulkan bisa terasa menyakitkan?
ini bukan tentang ke-egoisan diri sendiri, yang selalu ingin di mengerti. namun, bagaimana cara kamu memperlakukan orang lain dan ingin di perlakukan balik. karena sejujurnya, jika dalam pernikahan ini benar dikatakan bahwa dua sudah menjadi satu, mengapa untuk saling menopang, untuk saling menguatkan, untuk saling mempedulikan itu sulit??
bukan kah tanpa diminta pun harusnya sudah memberikan? perhatian kecil seperti dulu, saat kita masih saling mengejar. dimana? iya dimana kepedulian itu? mengapa terasa seperti hati yang beku semakin lama.
aku disini sendiri, menepi, aku butuh tempat bersandar. namun, tempat aku biasa bersandar sepertinya sudah pergi atau malah tertinggal jauh.
- sebuah cerita dalam diri -
Comments
Post a Comment