Seutas Cerita Pendek
teruntuk kamu..
jika kamu membaca sebuah surat ini untuk mu dan kamu bertanya-tanya bagaimana kabar saya sekarang? bagaimana kehidupan saya sekarang. saya akan jawab melalui tulisan ini.
hai! salam kenal ya :) saya disini baik-baik saja dan semoga sampai kamu membaca tulisan ini, saya tetap baik-baik saja, dalam kondisi yang sehat juga. sekarang ini saya sudah sangat bahagia. jika kamu mengharap atau sedikit memikirkan saya, itu tidak apa-apa. karena perasaan milik setiap orang kan?
kehidupan saya saat ini jauh lebih baik, saya bisa sembuh karena pasangan sehidup semati saya yang menyembuhkan, kamu harus tahu tentang dia. dia orang yang ramah, rendah hati, dan juga penyayang. begitu dalam saya di sayanginya, sampai saya tidak tahu loh harus membalas itu semua, dengan cara apa..
sambil menulis tulisan ini, saya jadi teringat, tepat kemarin, di tanggal 3 juli 2022. ada satu kalimat yang membuat saya terenyuh, terdiam, menangis bahagia, doa apa yang saya ucapkan kepada Tuhan, sampai Ia kabulkan sebegininya. dia akan bahagiakan saya dengan sekuat tenaga, dengan sepenuh hatinya yang dia punya.
bahkan sampai sekarang, saya gabisa habis fikir. cara Tuhan itu dasyat banget. ada yang pernah buat hati saya remuk se-remuknya, namun dipulihkan dengan begitu cepat. sampai Ia tidak mau melihat air mata anakNya ini terus ada setiap hari, batinnya yg tertekan. di rendahkan oleh orang tua yang belum mengenalnya. tapi disini dia tetap tegar dan terus mendoakan.
Tuhan menjawab itu semua, Tuhan Yesus sayang banget dengan saya, bahkan disaat terpuruk pun, yang saya dengar di hati ini "doakan orang yang melukai, walaupun rasanya sakit sekali".
dan yah.. berkat yang saya dapat sekarang ini, karena doa dari pasangan saya yang sekarang jugaa, karena sebelum bertemu dengan saya, dia pun berdoa dan berjanji akan menjaga saya, tidak akan pernah disakitinya hati saya ini.
kalau kamu bertanya-tanya, seperti apakah saya aslinya?
menurut saya, ya kita sama saja, semua perempuan itu sama. tukang ngambek, cerewet, namun cara menyayangi kekasihnya berbeda. saya punya cara sendiri. bahkan dalam pernikahan yang saya jalanin sekarang ini, rasanya seperti pacaran terus. rasa senangnya ada banyak, kangennya ada terus, berantem ya jarang sekali. karena kita mencari partner sehidup semati kan, bukan musuh. jadi untuk bertengkar itu, mungkin hanya sekali.
jika kamu bertanya-tanya, kenapa saya menulis tentang ini, saya hanya ingin berbagi sebetulnya dan mengingatkan, kita hidup bersama masa lalu, masa sekarang dan masa depan. ada baiknya berdoa yang baik untuk org terkasih maupun yang memusuhi kita. ada baiknya kita berbicara baik pula, agar tidak menyakiti hati setiap orang ya.
jangan banyak mengurusi dan ingin tahu tentang kehidupan masa lalu, karena itu semua sudah berlalu. jangan di ambil pusing juga kalau ada masalah, jalani saja ya. kalau nanti kita berpapasan, jgn lupa untuk bertegur sapa ya. ramah adalah koentji. haha xoxo
Comments
Post a Comment