Mati Rasa

Dulu waktu menulis ku selalu malam menjelang pagi, lalu aku akan curahkan semuanya dalam kotak ini, menangis sesuka hatiku.
jujur.. aku bingung, di posisi sekarang. setiap kali ditanya "kamu sayang aku engga?"
aku cuman bisa diam, aku coba dan berusaha merasakan sparks itu, tapi gk ada.

dia bilang pasti ada di hati kecil ku, perasaan itu. tapi, gatau sejak kapan perasaan itu mulai berkurang sedikit demi sedikit. bukan karena dia, namun karena keadaan, peran laki-laki yang aku butuhkan, peran orang yang selalu membela dan berusaha saling menopang itu sirna, aku belajar harus mandiri.

tapi, menerima kenyataan kalau dia lebih mencintai dia yang lain, tidak ada getaran di hatiku juga. apa benar ini yang aku rasakan? perasaan mati rasa.

aku tidak tahu kenapa begini, namun semenjak melahirkan, aku seperti orang yang hilang. tidak tahu harus apa dan aku jadi orang yang lain. dulu aku bukan org yang seberani ini, tapi sekarang aku berubah.

aku pernah bilang, aku sekarang mau cari bahagia ku dengan cara ku sendiri, kenapa? karena selama ini aku selalu mencoba berusaha mengerti dan memahami orang lain yang bahkan peduli sama perasaan ku saja tidak.

aku tanggung semua. aku capek.

boleh kan? sebentar saja, aku diam dalam pelukan mu? biar aku menangis dalam pelukan mu.

---------
selama ini aku coba berusaha untuk bercerita, mengatakan apa yang aku rasakan, tapi sebaliknya, yang aku terima keluhan. aku hanya ingin berbagi cerita. tapi, makin kesini tidak ada sosok itu. ada perasaan kehilangan, kosong dan kesepian dalam hati ku. tapi, gatau apa yang aku rasakan.

apa karena terlalu banyak rasa kecewa yang aku telan sendiri? aku tidak tahu.. 
kadang ada perasaan yang membuat akuu seperti ingin memutar waktu. aku mau memutar waktu tapi aku gamau kehilangan anak aku.

Comments

Popular Posts